nama agungnya, trans jakarta.tapi sudah terlanjur beken dengan sebutan busway.inilah salah satu moda transportasi yg udah tak asing lagi bagi telinga rakyat jakarta, bahkan di kota-kota lainnya. sampai-sampai ada teman gw yang ketagihan naik busway(maklum..dia belum pernah dikhianati busway).
kalau lagi sepi (dan, ini jarang bgt), naik busway memang nikmat.jakarta serasa sedap sekali. tapi kalau lagi crowded, beuhh..bikin ubun-ubun mendidih.apalagi haltenya ga dingin(baca:panas bgt) dan kotor, penumpang yang ngantri ga tertib plus dorong-dorongan, bisnya datangnya lamaaa bgt.sengsaranya komplit lah..
seperti kejadian minggu kmaren waktu jalan-jalan muter jakarta. berhubung halte central harmoni sedang ditutup, jadi transitnya dipindah ke pecenongan. bisa dibayangkan donk, halte pecenongan kan sempit. penumpang di haltenya seperti mau tumpah. dan kalian pasti tau kalau halte tuh ga mungkin bisa memuai.alhasil,kami yg wkt itu lagi di dalam bis dan mo turun, ga bisa. karena terhadang penumpang di halte yang berjubel. jadi,kami diturunin di jalan.tanpa lewat halte!!bayangkan!!(mau ngebayangin?gw mah ogah..)
tapi, seperti judul tulisan ini, busway tuh dimaki tapi dinanti.yaa..setidaknya bagi gw.alasannya,you know lah.. ongkos busway lebih murah daripada taksi dan ojek, dan busway lebih adem dibanding kopaja dan metromini. jadi,walaupun sering bikin jengkel, busway masih sering jadi pilihan, terutama untuk menghindari nyasar di belantara jakarta.
selamat menikmati busway..
Recent Comments