//
you're reading...
Uncategorized

Arsip: Karena Negeri Belanda Mencintai Sejarahnya

Bermula dari ketidaktahuan dan ketidakpedulian saya pada arsip. Seperti sebagian orang yang lain, awalnya saya menganggap arsip hanya sebagai residu atau tak lebih dari sekedar pelengkap dari suatu penyelenggaran kegiatan. Saya menganggap tempat penyimpanan arsip hanya sebuah gudang sebagai “tempat bermukim” arsip sebelum menemui “ajal”, yaitu dimusnahkan. Arsip-arsip lusuh dan berdebu itu terkadang nyaris tidak dapat dibaca dan bahkan ada yang lapuk karena dimakan usia. Lalu, mengapa masih ada yang mempedulikannya?

Ternyata pandangan saya yang dulu itu sangat keliru! Arsip bukan hanya hasil samping dari suatu kegiatan organisasi. Karena arsip diterima dan diciptakan oleh organinasi dalam rangka pelaksanaan kegiatan dan disimpan sebagai bukti kebijakan dan aktivitasnya. Dari beberapa sumber informasi yang saya dapatkan, secara umum arsip dapat berarti catatan atau rekaman yang memiliki nilai guna kesejarahan dan pelestarian yang permanen. Arsip merupakan memori suatu bangsa, suatu bentuk identitas, dan juga merupakan warisan nasional dari generasi ke generasi yang perlu dipelihara dan dilestarikan. Arsip adalah pusat ingatan, yang di dalamnya mengandung informasi berharga tentang suatu kejadian atau peristiwa. Tingkat keberadaban suatu bangsa dapat dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya. Jadi, arsip termasuk salah satu aset negara yang berharga, bukan? Karena negara yang tanpa arsip, ibarat negara yang tidak punya jatidiri. Naah..Belanda sangat menyadari hal itu!

Salah satu arsip publik di Belanda, Nationaal Archief, telah berdiri sejak tahun 1802. Lembaga kearsipan yang terletak di kota Den Haag dan merupakan yang terbesar di Belanda itu, melaksanakan pengelolaan arsip yang meliputi proses pengolahan, pemeliharaan, dan pelayanan kepada publik. Sejarah Belanda selama hampir seribu tahun tersimpan dengan baik di Nationaal Archief yang menjadi pusat studi sejarah dan budaya Belanda. Di sana terdapat arsip berupa dokumen, peta-peta, foto, dan gambar yang tersimpan dalam 18 depo penyimpanan arsip dengan panjang papan penyimpanan yang kalau dijajarkan dapat mencapai sekitar 110 kilometer.

gedung nationaal archief (sumber:rnw.nl)

penyimpanan arsip di nationaal archief (sumber:blog.coret.org)

Arsip yang dikoleksi merupakan deskripsi dari setiap perencanaan dan akivitas kegiatan yang telah menjadikan Belanda hingga seperti sekarang ini. Jenis arsip tersebut misalnya yang berkaitan dengan:

a. Perang-perang yang melibatkan Belanda

Sebut saja satu sejarah Belanda, saat bulan Mei 1940 diserbu setelah perlawanan ganas melawan Nazi. Rotterdam  dan Middelburg dibom secara besar-besaran. Belanda bergabung dengan Sekutu dan menyumbang pasukan angkatan laut dan angkatan bersenjata mereka yang masih hidup untuk pertahanan di Asia Timur, khususnya Hindia Belanda. Sampai pembebasan mereka pada 1945, bangsa Belanda bertempur bersama pihak Sekutu menjelajahi banyak negara, dari pertempuran di Pasifik sampai Pertempuran Britania.

b. Evolusi konstitusi negara

Misalnya Undang-Undang Kerajaan Belanda tahun 1814 sebagai wilayah berdaulat Kerajaan Belanda, yang pernah diamandemen tahun 1848, 1872, dan 1922 menurut perkembangan wilayah Hindia-Belanda.

c. Kerajaan luar negeri

Belanda menyimpan beberapa sejarah dan riwayat monarki negara lain.

d. Perkembangan ekonomi di bidang pertanian, industri, dan perdagangan
e. Pekerjaan umum

Sebagaimana diketahui, Belanda adalah salah satu “arsitek” terbaik di dunia. Sejarah dan konstruksi pembangunan tanggul, jalan, jembatan, dan gereja-gereja di seluruh Belanda disimpan dengan baik disana.

f. Wilayah Koloni Belanda

Belanda pernah memiliki beberapa koloni. Salah satu yang paling ternama adalah Nederlands-Indie yakni Indonesia dan Suriname yang semula diadministrasi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan West-Indische Compagnie (WIC) atau resminya adalah Geoctroyeerde West-Indische Compagnie (GWIC). Wilayah koloni yang diakui secara hukum de jure dan de facto tersebut dipimpin oleh kepala negara Hindia-Belanda yaitu Ratu/Raja Belanda dengan perwakilannya yang berkuasa penuh seorang Gubernur Jendral. Maka tidak heran jika banyak “mozaik” sejarah Indonesia yang tercecer di Belanda. Yaa..bagaimana tidak? Kita semua telah mengetahui bahwa Belanda pernah “singgah” di negeri kita selama 350 tahun. Arsip-arsip yang memuat hal-hal tentang Indonesia, misalnya blok arsip dari periode 1942 – 1950, milik seorang perwira Angkatan Laut di Hindia Belanda tempo dulu. Disitu terdapat informasi tentang hadiah-hadiah yang diterimanya selama bekerja sebagai laksamana. Ada juga arsip tentang maskapai perdagangan Belanda dan arsip-arsip sekitar kemerdekaan Indonesia, yang berasal bukan hanya dari pemerintah saja tetapi juga arsip pribadi dari periode 1945 – 1949.

salah satu koleksi nationaal archief (sumber:sarahbelfort.tumblr.com)

Nationaal Archief tidak hanya mengelola arsip pemerintah, tapi juga arsip institusi swasta dan pribadi yang menjadi layanan unggulan mereka. Salah satu koleksi mereka, arsip genealogi, banyak digunakan untuk menemukan riwayat nenek moyang dengan cara penelurusan jalur keturunan serta sejarahnya. Informasi mengenai kelahiran, perkawinan dan kematian sudah disimpan dalam database Genlias dan dapat diakses secara online.

Belanda memperlakukan “harta”-nya itu dengan program konservasi yang sistematis. Depo penyimpanan arsip yang dirancang khusus tersebut ditunjang dengan standar keamanan gedung untuk menghindari hal negatif yang mungkin terjadi misalnya kebakaran, banjir, pencurian, atau kerusakan arsip. Selain karena faktor infrastruktur, kerusakan arsip juga dapat terjadi karena masalah arsip itu sendiri. Misalnya kerusakan pada arsip kertas yang antara lain dapat disebabkan oleh korosi tinta dan pengasaman kertas. Hal ini bisa menjadi masalah serius karena menyebabkan arsip menjadi lapuk dan tidak dapat diakses lagi. Salah satu metode penghilangan asam yang dilakukan yaitu metode deasidifikasi dengan zat dietil seng, dan magnesium oksida sebagai substansi aktifnya.

Selain menjaga dan mempertahankan bentuk asli arsip, Nationaal Archief juga melestarikan informasi di dalam arsip dengan cara mentransfer informasi ke media lain. Dokumen, peta, gambar, dan foto tersebut dialihmediakan ke dalam bentuk digital. Digitalisasi informasi bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap arsip agar lebih mudah, murah, dan cepat.

Selain yang dikelola oleh Nationaal Archief, juga terdapat sebuah website arsip Belanda, yang dapat dijadikan referensi bagi penggemar sejarah, terutama sejarah Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik. Arsip Belanda itu terdiri atas delapan puluh meter bahan arsip milik Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie (NIOD), Institut dokumentasi perang Belanda. Di dalam situs berbahasa Belanda dan Inggris tersebut terdapat lukisan, koran Indonesia, dokumentasi pemerintah Belanda, buku harian, dan catatan perkara yang merupakan dokumentasi Belanda ketika tentara Jepang menguasai Indonesia sampai 15 Agustus 1945. Situs arsip ini memiliki 4.954 gambar dengan sekitar 4.000 eksemplar asli yang berada di arsip museum Museon di Den Haag dan seribu eksemplar lainnya disimpan di NIOD di Amsterdam.

tampilan website Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie (NIOD). (sumber:niod.nl)

Untuk memberi kemudahan bagi pengunjung, Nationaal Archief dilengkapi dengan perpustakaan yang dapat dijadikan sumber referensi sekunder yang lengkap. Walaupun sejumlah arsip untuk sementara masih tertutup karena alasan-alasan penting tertentu misalnya karena menyangkut kepentingan keamanan negara, tetapi pelayanan arsip terbuka semakin meningkat. Pelayanan prima terhadap pengakses arsip memang sangat mutlak diperlukan. Karena dengan demikian, berarti telah menjamin hak masyarakat atas akses informasi dan untuk mengetahui sejarahnya.

ruang penyimpanan arsip di nationaal archief (sumber:hartman-communicatie.nl)

Yaa..ternyata Belanda tidak hanya “besar” dengan tulip, kincir, dan kejunya. Tanah air Desiderius Erasmus dan Baruch de Spinoza itu juga “tumbuh dan berkembang” dengan semangat untuk menghargai sekaligus belajar dari sejarahnya. Dan dengan kecintaan pada sejarahnya itu, Belanda telah ikut memelihara warisan dan memori kolektif dunia.

Memory can fail, but what is recorded will remain. So, what our life will be without archive?

referensi:

http://www.nationaalarchief.nl/

http://kearsipan.fib.ugm.ac.id/

http://www.ica.org/

http://en.wikipedia.org/wiki/Archive

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

http://www.archivists.org/glossary/

http://www.unesco-ci.org/cgi-bin/portals/archives/

http://www.rnw.nl/

http://www.niod.nl/

http://www.archief.nl/

————————————————–

kompetiblog, studi di belanda

Discussion

4 Responses to “Arsip: Karena Negeri Belanda Mencintai Sejarahnya”

  1. hebat y belanda archip jaman dulu masih utuh aja …..salut

    Posted by arga | April 30, 2010, 3:41 pm
  2. Aku banyak belajar dari postingan ini… Arsiparis-nya memang bikin terkagum2…
    Thanks for sharing

    Posted by ifta | May 3, 2010, 5:58 am
  3. Nama Indonesia eksis juga donk ya di Belanda sana.. Haha..

    Posted by Anggi Sipahutar | May 5, 2010, 3:40 am
  4. Artikel menarik, di bidang lain juga kearsipan sangat berharga. Misalnya di situs http://archive.apache.org/ yang menyimpan semua versi rilis software dari apache. Karena kita kadang membutuhkan software versi lama agar kompatibel dengan kebutuhan aplikasi kita.

    Posted by Fridayana Baabullah | May 5, 2010, 3:47 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.